Transformation of Local Wisdom-Based Education: Synergy between Tradition, Technology, and the Merdeka Curriculum
Keywords:
Kearifan Lokal, Teknologi Pendidikan, Kurikulum Merdeka, Transformasi Pendidikan, Inovasi PembelajaranAbstract
Transformasi pendidikan pada era digital menuntut pembelajaran yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga tetap berakar pada nilai budaya lokal. Kearifan lokal memiliki potensi sebagai fondasi pedagogis dalam membangun pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pendidikan berbasis kearifan lokal melalui sinergi antara tradisi, teknologi, dan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui telaah kritis terhadap artikel jurnal, buku, dokumen kebijakan, dan laporan pendidikan yang relevan dengan kearifan lokal, teknologi pendidikan, pendidikan karakter, dan implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat berfungsi sebagai fondasi pembelajaran kontekstual, teknologi berperan sebagai media reinterpretasi budaya, dan Kurikulum Merdeka menyediakan ruang fleksibel bagi sekolah serta guru untuk mengembangkan pembelajaran berbasis budaya lokal. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan Local Wisdom-Based Educational Transformation Framework, yaitu kerangka konseptual yang mengintegrasikan nilai budaya, literasi digital, pembelajaran berbasis proyek, eksplorasi budaya, refleksi, kolaborasi komunitas, dan prinsip Kurikulum Merdeka. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan ilmu pendidikan dan inovasi pembelajaran berbasis budaya di era digital. Implikasinya, guru, sekolah, masyarakat, dan pembuat kebijakan perlu berkolaborasi dalam merancang pembelajaran digital yang tetap kontekstual, berkarakter, dan berakar pada identitas budaya lokal





