Penguatan Pangan Lokal Berbasis Kearifan Daerah sebagai Solusi Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Tengah Krisis Iklim
Keywords:
Pangan Lokal; Kearifan Daerah; Ketahanan Pangan; Krisis Iklim; Pembangunan Berkelanjutan.Abstract
Krisis iklim telah menjadi tantangan global yang berdampak signifikan terhadap ketahanan pangan, terutama melalui penurunan produktivitas pertanian, perubahan pola musim, dan meningkatnya risiko gagal panen. Di Indonesia, kondisi tersebut diperparah oleh tingginya ketergantungan terhadap komoditas pangan tertentu sehingga diperlukan strategi yang mampu memperkuat sistem pangan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penguatan pangan lokal berbasis kearifan daerah sebagai solusi ketahanan pangan berkelanjutan di tengah krisis iklim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research) melalui pengumpulan data dari artikel ilmiah, buku, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui tahapan reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pangan lokal memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan karena memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perubahan iklim, nilai gizi yang beragam, serta ketersediaan sumber daya yang melimpah. Selain itu, kearifan daerah berperan penting dalam menjaga keberlanjutan sistem pangan melalui praktik pengelolaan sumber daya alam, pelestarian varietas lokal, dan sistem cadangan pangan tradisional. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi antara potensi pangan lokal, kearifan daerah, dan strategi adaptasi perubahan iklim dalam satu kerangka analisis yang komprehensif. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa penguatan pangan lokal berbasis kearifan daerah dapat menjadi landasan dalam perumusan kebijakan pangan berkelanjutan serta mendukung pembangunan sistem pangan yang tangguh, inklusif, dan berwawasan lingkungan.





